Ponorogo, 11 Oktober 2025– Pemandangan berbeda terlihat di ruang kelas 6 MI Ma’arif Setono selama jam pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Jika biasanya siswa sibuk dengan buku gambar atau alat musik, kali ini mereka tampak tekun berhadapan dengan gulungan tali aneka warna.
Dipandu langsung oleh guru SBdP mereka, Ibu Endah Prasarani, S.Pd., para siswa tengah mengikuti proyek keterampilan tangan, yakni membuat gelang makrame.

Kegiatan yang berfokus pada kerajinan simpul-menyimpul ini sontak menarik antusiasme tinggi dari para siswa. Dengan sabar, Bu Endah Prasarani mendemonstrasikan langkah demi langkah teknik dasar makrame di depan kelas. Ia memperkenalkan berbagai bahan seperti tali kur atau tali katun, serta mengajarkan simpul kunci, seperti simpul persegi (square knot), yang menjadi dasar pembuatan gelang.
Ditemui di sela-sela membimbing siswanya, Bu Endah Prasarani menjelaskan bahwa pembelajaran ini memiliki tujuan ganda.
“Dalam pembelajaran SBdP, kami tidak hanya mengejar hasil akhir yang indah, tetapi yang terpenting adalah prosesnya,” tutur Bu Endah. “Melalui makrame ini, anak-anak dilatih tiga hal penting sekaligus: kesabaran, ketelitian, dan keterampilan motorik halus.”
Menurutnya, di era digital ini, kegiatan yang melibatkan keterampilan tangan secara langsung sangat penting untuk menyeimbangkan perkembangan anak.
“Mereka harus fokus. Jika satu simpul saja salah atau ikatannya tidak konsisten, hasilnya akan terlihat kurang rapi. Di sinilah mereka belajar tentang ketekunan,” tambahnya.
Suasana kelas pun terlihat hidup. Para siswa tampak saling membantu jika ada teman yang kesulitan. Meski beberapa jari terlihat kaku saat pertama kali mencoba, tawa dan semangat “coba lagi” terus terdengar.
Salah seorang siswa bernama Dio, mengaku awalnya kesulitan membedakan tali mana yang harus disimpul. “Agak bingung talinya terbolak-balik, tapi Bu Endah sabar sekali mengajari kami satu per satu. Setelah bisa polanya, ternyata seru sekali!” ujarnya sambil menunjukkan gelangnya yang hampir jadi.
Hasil karya siswa yang berwarna-warni itu pun menjadi bukti keberhasilan pembelajaran. Gelang-gelang tersebut tidak hanya menjadi aksesori yang bisa mereka pakai dengan bangga, tetapi juga menjadi pengingat bahwa dengan ketekunan, mereka bisa menciptakan sesuatu yang bernilai dari bahan yang sederhana.
