Ponorogo, 3 September 2025. Bapak/Ibu guru MI Ma’arif Setono menggelar kegiatan pembinaan dan sosialisasi pembelajaran mendalam serta kurikulum berbasis cinta bersama Ibu Sri Wahyuni, M.Pd.I (pengawas madrasah). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan karakter dalam proses pendidikan.
Dalam pemaparannya, Ibu Sri Wahyuni, M.Pd.I menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kasih sayang. Kurikulum berbasis cinta. Menurut beliau, kurikulum ini bertujuan membangun hubungan yang harmonis antara guru dan siswa sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati peserta didik. “Guru bukan hanya pengajar, tapi juga penumbuh jiwa,” ujar beliau.

Kepala MI Ma’arif Setono, Bapak Muhammad Mansur, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan arahan dari Ibu Sri Wahyuni. Ia berharap para guru dapat mengimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam ini dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Dengan semangat cinta dan keteladanan, madrasah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah, menyenangkan, dan membentuk karakter mulia bagi seluruh siswa.
